Laman

Selasa, 01 Juni 2010

ISRAEL SERANG KAPAL BANTUAN UNTUK PALESTINA

JAKARTA - Setengah perjalanan tim relawan pembangunan RS Indonesia mengalami serangan di tengah laut mediterania. Lima relawan Medical Emergency Rescue Committee (Mer-C) yang berlayar menggunakan kapal Mavi Marmara belum diketahui kabar dan keberadaannya. 
Chief presidium Mer-C, Sarbini Abdul Murad mengatakan, sebelum kapal relawan diserang oleh tentara Israel, pihaknya sempat menghubungi ketua tim relawan, Nur Fitri Moeslim Taher. ‘’Terakhir saya mendapatkan sebelum mereka bersandar,’’ tandasnya.
Sarbini menjelaskan, informasi tersebut dia peroleh dari Fitri melalui SMS. Yang isinya pemberitahuan bahwa dua jam lagi kapal akan bersandar di pelabuhan Israel. ‘’SMS itu dikirim saat mereka masih di tengah laut,’’ ujarnya.
Sesuai menerima SMS tersebut, kata Sarbini, pihaknya mendapatkan kabar kapal mereka diserang oleh tentara Israel. Hingga kini, seluruh relawan tak bisa dihubungi. Baik melalui HP maupun internet. ‘’Kami sudah coba mengirim pesan, tapi belum ada jawaban,’’ terangnya saat dihubungi Jawa Pos (grup Manado Post) kemarin malam.
Salah seorang pendiri Mer-C, Yogi Prabowo, menegaskan, dalam kapal tersebut selain ada lima relawan Mer-C ada pula empat relawan dari Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina (KISPA). Serta tiga relawan lagi dari media cetak Sahabat Al-Aqsa dan Hidayatullah. ‘’Total relawan dari Indonesia ada 12 orang,’’ ungkapnya.
Dokter Spesialis Bedah Orthopaedi dan Traumatologi itu menambahkan, dari seluruh relawan asal Indonesia, seluruhnya tidak dapat dihubungi. Bahkan, pemerintah Israel dan pemerintah Turki juga belum memberikan informasi yang tepat. ‘’Masih simpang siur, tapi kami selalu komunikasi dengan mereka,’’ tuturnya.
Menurut Yogi, informasi terakhir yang didapatkan Mer-C adanya 19 korban meninggal dunian 30 luka-luka. ‘’Itu pun kami dapatkan melalui media juga, kami belum bisa cek kebenarannya,’’ papar Yogi.
Kata Yogi, meski belum mendapatkan informasi yang jelas, pihaknya optimis untuk bisa meneruskan misi pembangunan Rumah Sakit Indonesia di jalur Gaza, Palestina. ‘’Misi kami harus terus maju, meski kejahatan pada manusia menghalanginya,? terangnya.
MER-C memberangkatkan lima relawan untuk menembus Jalur Gaza berangkat pada 19 Mei lalu. Tim relawan itu adalah Abdillah Onim, Dr Arief Rachman, Nur Ikhwan Abadi, Nur Fitri Moeslim Taher, dan Muhammad Yasin dari TVone. (jpnn)

0 komentar:

Poskan Komentar